Ketahun, 25 November 2023

SMKN 5 Bengkulu Utara mengadakan Workshop Penguatan Kelembagaan Bursa Kerja Khusus (BKK) dengan peserta seluruh guru baik guru umum maupun guru kejuruan di SMKN 5 Bengkulu Utara.
Workshop tersebut masih berkaitan dengan program sekolah sebagai SMK Pusat Keunggulan (PK) dan SMK Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), diselenggarakan pada hari Sabtu, 25 November 2023, dimulai jam 11.00 WIB s.d. jam 14.00 WIB.

Narasumber Workshop adalah Sri Hartati, S. Pd., M. Pd. Ketua BKK SMKN 1 Kota Bengkulu sekaligus Tutor Universitas Terbuka. Didampingi juga oleh Dewi Murni, SE. Ak., MM. dari Dinas Tenaga Kerja Bengkulu.

Hadir juga memberi materi narasumber seorang Direktur Muda, yaitu Yayan Budiman, Direktur PT. Stufaa Indonesia Germany, sebuah perusahaan yang bergerak dibidang Bahasa Jerman dan Penyaluran Tenaga Kerja ke Jerman.

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) adalah sebuah lembaga pendidikan yang berupakan sub sistem pendidikan nasional dalam rangka menyiapkan SDM yang unggul, handal dan sesuai dengan kebutuhan pasar di tingkat sekolah menengah serta terpenuhinya tingkat kepuasan para pencari kerja. Untuk mendukung hal itu, pada lulusan SMK perlu mendapatkan sebuah sarana dalam memudahkan mereka untuk segera tersalurkan ke dunia kerja yang dibutuhkan berdasarkan skill yang telah didapatkan pada jenjang pendidikan menengah kejuruan.
Oleh karena itulah, dibentuklah Bursa Kerja Khusus (BKK), dimana peran BKK adalah sangat penting bagi berbagai kalangan, mulai dari sekolah, pihak industri dan juga para alumni SMK itu sendiri. Apa itu BKK dan apa manfaat lebih bagi lulusan sekolah menengah serta pihak lainnya? Simak aritkel ini hingga selesai.

Bursa Kerja Khusus (BKK) adalah sebuah lembaga yang dibentuk di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri dan Swasta, sebagai unit pelaksana yang memberikan pelayanan dan informasi lowongan kerja, pelaksana pemasaran, penyaluran dan penempatan tenaga kerja, merupakan mitra Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi.
TUJUAN BKK
1. Sebagai wadah dalam mempertemukan tamatan dengan pencari kerja.
2. Memberikan layanan kepada tamatan sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing seksi yang ada dalam BKK.
3. Sebagai wadah dalam pelatihan tamatan yang sesuai dengan permintaan pencari kerja
4. Sebagai wadah untuk menanamkan jiwa wirausaha bagi tamatan melalui pelatihan

Kegiatan Yang Dilakukan BKK
Bentuk-bentuk kegiatan yang dilakuka oleh BKK untuk mencapai tujuannya adalah:
- Merencanakan program kerja hubungan industri pada setiap program studi:
- Mengadakan pertemuan dengan Kepala Jurusan yang berkaitan dengan penempatan siswa-siswi prakerin.
- Berkoordinasi dengan panitia PSG yang berkaitan dengan penempatan siswa-siswi prakerin.
- Berkoordinasi dengan panitia PSG yang berkaitan dengan guru monitoring.
- Melakukan negosiasi dengan DU/DI (Dunia Usaha / Dunia Industri) dan pemerintah sebagai mitra dalam penempatan siswa-siswi prakerin.
- Menjalin hubungan kerjasama (membuat MoU) dengan DU/DI dalam :
- Sinkronisasi kurikulum
- Program pelatihan
- Penempatan alumni
- Membuat pemetaan terhadap DU/DI
- Bekerjasama dengan Depnakertrans tentang pelatihan (Magang) dan penempatan tamatan.
- Membentuk Majelis Sekolah.
- Membuat database penelusuran tamatan baik yang sudah bekerja maupun belum bekerja.
- Membentuk ikatan alumni.
- Membuat majalah dinding tentang informasi lowongan kerja.
- Membuat website khusus BKK
- Membuat Laporan Kegiatan BKK
- Monitoring dan Evaluasi Kerja BKK

Setidaknya ada 4 (empat) manfaat yang didapatkan dari pembentukan BKK. Yaitu:
- Memberikan pelayanan informasi ketenagakerjaan kepada alumni dan pencari kerja
- Membina dan mengembangkan hubungan kerjasama dengan lembaga pemerintah atau swasta dalam pengadaan informasi ketenagakerjaan
- Melaksanakan kegiatan yang berkaitan dengan rekrutmen dan seleksi calon pekerja
- Membina hubungan dengan alumni yang telah bekerja dan berhasil dalam bidang usaha untuk membantu memberi peluang menyalurkan dan menempatkan alumni baru.
Apakah Lulusan SMA Bisa Daftar BKK?
Seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa BKK adalah lembaga yang dibentuk di Sekolah Menengah Kejuruan sehingga memfasilitasi para alumni SMK. Kemudian informasi lowongan kerja yang ditampilkan biasanya juga memuat kualifikasi keahlian tertentu yang menjadi fokus pembelajaran di suatu SMK tertentu. Jika demikian, sudah barang tentu kebutuhan pencari tenaga kerja lebih spesifik kepada alumni SMK.
Dengan demikian lulusan SMA sangat kecil kemungkinan untuk dapat memanfaatkan BKK ini. Selain karena tidak mencakup jenjang sekolah menengah atas / umum, kualifikasi keahlian yang dimiliki oleh alumni SMA kurang sesuai dengan dengan kebutuhan pasar. Jenjang SMA memang tidak menyiapkan para alumninya untuk dapat masuk dunia kerja setelah lulus sekolah, para lulusan SMA hanya disiapkan untuk lanjut kuliah atau sekolah ke jenjang yang lebih tinggi.

Dengan penjelasan tersebut, BKK memiliki peran penting bagi para alumni SMK. Terlebih jika fungsi BKK didukung oleh kemudahan dalam pendistribusian informasi kepada para alumni, seperti pembuatan aplikasi BKK online yang dapat diakses oleh alumni tanpa batasan ruang dan waktu. Kemudahan seperti ini akan lebih mengoptimalkan lagi peran dan fungsi BKK sehingga tujuan pembentukan BKK lebih mudah tercapai.
Arzul Efendi, S. Pd. Kepala ICT SMKN 5 Bengkulu Utara
